Manfaat Game

Standard

Dulu, begitu banyak anggapan atau opini bahwa bermain computer game, video gamedan berbagai turunannya hanyalah membuang-buang waktu dan dapat menurunkan produktivitas. Namun, seiring dengan semakin banyaknya riset dan penelitian tentang manfaat bermain game, kini masyarakat mengetahui bahwa bermain game juga memiliki manfaat-manfaat positif.

Manfaat positif bermain game

Apa sajakah manfaat bermain game? Menurut onlinecolleges.net, berikut ini adalah manfaat-manfaat yang dapat kita peroleh secara personal:

  1. Kemampuan negosiasi dan memecahkan masalah
  2. Kemampuan analisis, berpikir strategis dan mengambil keputusan
  3. Kemampuan komunikasi dan membuat jejaring
  4. Kemampuan menulis dan bercerita dengan berbagai macam media
  5. Kemampuan berpikir non linear
  6. Meningkatkan kemampuan memperhatikan, kognisi dan visi

Setelah Anda membaca tentang manfaat-manfaat bermain game di atas, Anda tentunya dapat membayangkan sendiri manfaatnya bagi Anda untuk pengembangan personal dalam dunia bisnis dan pemasaran, khususnya di era digital.

Sekarang pertanyaannya adalah, “Apakah Anda ingin memperoleh manfaat-manfaat positif bermain game?” Jika Anda menjawab ya, ingatlah untuk bermain dengan bijak.

source : Andika Priyandana – Manajer Pengembangan Bisnis Alawar Entertainment, pengamat dunia digital.

Manfaat Game Bagi Kesehatan

Selama ini bermain video game atau lebih dikenal dengan PS-an (Play Station) dipandang hanya akan berdampak negatif belaka. Dengan bermain video game orang akan cenderung lupa waktu, mata pun katanya akan perlahan rusak, dan katanya orang tak akan suka bergaul dengan dunia luar, mereka lebih asyik mahsyuk dengan kenikmatan petualangan bermain game.

Keasyikan bermain game tak hanya akan berdampak buruk bagi si pengguna, tapi menurut penelitian baru di Amerika, bermain game dipercaya bisa meningkatkan kreativitas, melatih kepekaan, meningkatkan kecerdasan serta melatih kecepatan mata. Tapi perlu diingat, bukan sembarang game yang bisa berdampak positif seperti yang disebutkan diatas.

Dampak itu berlaku bagi game-game yang mengandung unsur petualangan, strategi dan action. Jadi jangan berharap otak anda akan encer dengan hanya bermain Tetris atau Pacman, hehee Menurut Daphne Bevelier, penulis mengenai hubungan mata dan game dalam jurnal ilmu psikologi, dari University of Rochester, bagi orang awam yang tak terbiasa bermain game, butuh waktu butuh waktu lebih dari 30 jam untuk menguasai medan.

Mereka harus membiasakan diri dan mata mereka untuk melihat lebih jeli agar bisa menyelesaikan game-game tersebut secara akurat. Lebih mendalam lagi, orang yang bermain game action akan mempunyai kemampuan untuk melihat hal-hal kecil dalam game. Selain itu bisa juga menyatukan beberapa obyek dengan cepat dan mengubahnya menjadi sebuah proses penerimaan otak secara visual. Proses ini akan sampai ke batas maksimal, sehingga otak akan berusaha beradaptasi dengan kondisi yang ada.

Bevelier juga menyatakan bahwa pembelajaran terhadap game telah membawa kinerja otak dalam aktivitas dan kemungkinan dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi dengan bermain game action maka orang akan dapat menjadi terapi yang berguna untuk rehabilitasi kepada orang-orang yang bermasalah dengan pengelihatan, seperti, penderita amblyopia atau ‘mata malas’, dan sedikit efek untuk penuaan dini.

Penelitian lain juga memperlihatkan bahwa kebiasaan bermain game virtual reality, dapat meningkatkan kemampuan psikis pada penderita stroke untuk dapat menjalankan kinerja otak mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s